Gema Terakhir di The Dakota dan Persaudaraan yang Terluka

Kematian selalu tiba sebagai tamu tak diundang. Ia datang dengan sepatu yang tidak berbunyi, lalu merenggut segala rencana yang tersusun rapi. John Lennon menjemput ajal di ambang pintu apartemen The Dakota, New York. Sisa napasnya memburu di trotoar dingin, menghabiskan sisa umur hanya untuk merintih pendek. Aku tertembak. Begitu sederhana. Begitu brutal.

Dunia mengenang John Lennon lewat gema lagu-lagu yang mengubah arah musik populer. Namun, di balik keriuhan stadion dan gemerlap panggung, ia hanyalah manusia dengan segala kerumitannya. Hubungannya dengan Paul McCartney adalah sebuah narasi panjang tentang persaudaraan yang retak, ego yang berbenturan, dan kerinduan yang tersamar. Mereka pernah menulis lagu dengan mata saling menatap, menciptakan keajaiban dari ruang sempit, lalu perlahan menjauh karena ketenaran adalah racun paling ampuh.

Retakan itu kian dalam ketika The Beatles karam. Paul mengumumkan perpisahan lewat siaran pers untuk album solonya, sebuah tikaman yang membuat John murka. John membalasnya dengan “How Do You Sleep?”, sebuah lagu yang penuh bisa dan kebencian. Mereka saling melempar duri melalui media.

Waktu menyembuhkan luka-luka itu. Paul dan Linda muncul di sesi rekaman John pada tahun 1974. Mereka menghabiskan waktu di apartemen New York, menertawakan masa lalu yang sempat menyakitkan. Bahkan, sebuah ajakan bercanda di acara Saturday Night Live hampir mempertemukan mereka kembali di panggung. Harapan itu sempat hidup. Sebelum peluru Mark David Chapman menghentikannya.

Pesan terakhir John untuk Paul terselip dalam sebuah kalimat yang sederhana. Pikirkan aku sesekali, kawan lama. Kalimat itu bukan sekadar perpisahan. Ia adalah ringkasan dari sejarah panjang dua kepala yang pernah bekerja sama mengubah dunia. Ada getir di sana. Ada kasih yang tersisa setelah badai.

Malam itu, di Record Plant, John dan Yoko Ono bergumul dengan lagu “Walking on Thin Ice”. Liriknya terasa ganjil, seolah sebuah firasat. Air mata akan mengering, hati akan kembali menjadi abu, lalu semuanya tinggal cerita. Yoko bertanya tentang rencana makan malam. John menolak. Ia hanya ingin pulang, menyapa Sean, anaknya, lalu beristirahat.

“Tidak. Aku ingin pulang dan mengucapkan selamat malam pada Sean dulu.”

Itulah kalimat terakhirnya kepada Yoko. Keinginan manusiawi yang paling dasar. Sederhana. Penuh kehangatan seorang ayah. Tidak ada filosofi agung dalam kalimat itu. Hanya rindu pada rumah dan anak.

Di saku pikirannya, mungkin ada lagu “Grow Old With Me”. Lagu cinta manis yang ia tujukan untuk Yoko. Rencananya, lagu ini bakal mengisi album Milk and Honey. Takdir berkata lain. Album itu terbit setelah John tiada. Menjadi pengingat akan bakat besar yang berhenti tumbuh di usia empat puluh tahun. Kita kehilangan lebih dari sekadar musisi. Kita kehilangan potongan masa depan yang tidak pernah sempat menjadi kenyataan. John pergi, meninggalkan dunia yang terus berputar di atas lagu-lagunya yang tidak pernah benar-benar mati.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plus Exclusive Smilies 3.0 Kaskus-style Large Kaskus-style Small Standard Smilies
:welcome
:terimakasih
:tepuktangan
:tepar
:sudahkuduga
:siapgan
:semangat
:sale
:pertamax
:pencet
:paket
:nyantai
:nulisah
:monggo
:merdeka
:kangen
:jones
:insomnia
:hargapas
:goyang
:garudadidadaku
:gagalpaham
:gaasik
:dor
:cih
:ceyem
:butuhpacar
:bokek
:belumtidur
:batik
:banggapakebatik
:ayoindonesia
:ngamuk
:lemparbata
:keepposting
:hansip
:cendolgan
:bigkiss
:xmas
:wow
:wkwkwk
:wakaka
:ultahhore
:ultah
:travel
:toast
:telolet4
:telolet3
:telolet2
:telolet1
:takut
:sup:
:sup2
:sorry
:shakehand2
:selamat
:salamkenal
:salaman
:salahkamar
:request
:repost:
:repost2
:repost
:recsel
:rate5
:peluk
:omtelolet
:nyepi
:nosara
:nohope
:ngakak
:ngacir2
:ngacir
:najis
:motret
:mewek
:matabelo
:marigerak
:marah
:malu
:maafaganwati
:maafagan
:lehuga
:kts:
:kr
:kiss
:kimpoi
:ketupat
:kbgt:
:kacau:
:jrb:
:imlek2
:imlek
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:hoax
:hn
:hammer
:hai
:games
:entahlah
:dp
:cystg
:cool
:coblos
:cipok
:cendolbig
:cendol
:cekpm
:cd:
:cd
:catchemall:
:bola
:bingung
:bigo:
:betty
:berduka
:bedug
:batabig
:babygirl
:babyboy1
:babyboy
:angpau
:angel
:2thumbup
:1thumbup
:malu2
:siul
:newyear
:alay
:hoax2
:hope
:hotrit
:lapar
:mahongintip
:mewek2
:nerd
:pertamax
:rate
:sungkem
:supermaho
:thanks2
:tkp
:Yb
:takuts
:sundulgans
:shutups
:reposts
:ngakaks
:najiss
:malus
:mads
:kisss
:ilovekaskuss
:iloveindonesias
:hammers
:cendols
:cendolb
:cekpms
:capedes
:bookmarks
:bingungs
:bettys
:berdukas
:berbusas
:batas
:bata
:armys
:addfriends
:)b
;)
:wowcantik
:tv
:thumbup
:thumbdown
:think:
:tai
:tabrakan:
:table:
:sun:
:siul
:shutup:
:shakehand
:rose:
:rolleyes
:ricebowl:
:rainbow:
:rain:
:present:
:Phone:
:Peace:
:Paws:
:p
:Onigiri
:o
:norose:
:nohope:
:ngacir:
:moon:
:metal
:medicine:
:matabelo:
:malu:
:mad
:linux2:
:linux1:
:kucing:
:kissmouth
:kissing:
:kimpoi:
:kagets:
:hi:
:heart:
:hammer:
:gila:
:genit
:fuck:
:fuck3:
:fuck2:
:frog:
:fm:
:flower:
:exclamati
:email
:eek
:doctor
:D
:cool:
:confused
:coffee:
:clock
:ck
:buldog
:breakheart
:bingung:
:bikini
:berbusa
:beer:
:baby:
:babi:
:army
:anjing:
:angel:
:amazed:
:afro:
:)
:(