Simple Mind, Simple Writing

Tag refleksi diri

Terkadang Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.

Paul Mc Cartney

In the end, the love you take is equal to the love you make.
Paul Mc Cartney

Ternyata belajar untuk ikhlas itu tidak mudah, saudara-saudara!

Tujuh Hari Menghapus Cinta

Bagaimana cara mengobati patah hati hanya dalam waktu 1 minggu alias 7 hari? Artikel ini mungkin akan dapat membantu anda melakukannya. Tidak perduli anda laki-laki atau perempuan. Tidak perduli apakah anda yang memutuskan atau anda yang diputuskan pasangan anda. Silahkan… Continue Reading →

Serial Ilmu Ikhlas: Sedekah Seorang Tukang Becak

Di Klaten, Jawa Tengah, ada seorang tukang becak miskin tapi ahli bersedekah. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk bersedekah. Sedekah yang dilakukannya ini tergolong cukup unik, yaitu dengan menggratiskan penumpangnya setiap hari Jum’at. Pada suatu hari, datanglah… Continue Reading →

Serial Ilmu Ikhlas: Tunangan Selingkuh

Sebuah cerita yang saya ambil dari thread di kaskus. Sengaja saya repost di sini, sebagai pelajaran tentang ilmu ikhlas yang mungkin kelak akan berguna. Ane nyesal.. dah gak percaya sama Nyokap ane kalo tunangan ane selingkuh gan.. Gan.. mungkin seandainya… Continue Reading →

Mempelajari ilmu ikhlas itu ternyata lebih sulit ketimbang menghapal Atlas of Human Body… Tapi saya akan belajar perlahan… Karena empati bukan sekadar turut merasakan kesedihan, tapi juga KEBAHAGIAAN orang lain… meskipun mungkin akan menyakiti diri sendiri. Allah will help me… Continue Reading →

Akhirnya Semua Cerita Berhenti pada Satu Titik

Terkadang ada pula beberapa jeda di antara panjang cerita yang kita rangkai. Kita senantiasa membubuhkan koma di intervalnya. Tapi tetap saja, koma hanyalah persinggahan sementara. Kita akan terus melanjutkan cerita kita. Entah perlahan, entah cepat. Kita menyisipkan koma. Kita menulis… Continue Reading →

It’s Not Who You Are, But What You’ve Done!

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. “Ibu, ada acara apa pergi ke… Continue Reading →

« Older posts Newer posts »

© 2026 Antarnisti — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑