Tag: puisi

1 menit baca
Post Feb 4, 2011

Episode Terakhir

Pernah, mencintai Tapi tak dicintai Pernah, dicintai Tapi tak mencintai Pernah, mencintai dan dicintai Tapi takdir melerai Memang sengaja kutuliskan Ketika hujan menghapus debu sisa semalam Sembari mendengar lagu kenangan Lirik-lirik romantis warisan masa…

1 menit baca
Post Nov 7, 2009

Puzzle

"hidup itu sebuah teka-teki" renung saya di muram senja itu menghirup habis secangkir kopi buatan kamu hingga ampas dia membuat saya tersedak saya hanya ingin menjalani dia tanpa janji, tidak lebih! saya akan menjalani…

1 menit baca
Post Aug 29, 2009

Dan Cinta…

kau tanyakan cinta pagi itu ketika riuh anak sekolah bersiap-siap menyambut hari pertama di kelas baru ketika deru angkutan kota berlomba di lintasan yang kian sempit cinta: "apa yang dapat kau jawab?" pernah, waktu…

Post Jun 17, 2006

Matahari Rasa

Tersenyumlah perempuanku Lepas sejenak candamu Biarkan meluap bagai embun Menetes bersama ribuan titik-titik bening Tengoklah daku seumpama malaikat kecilmu Peri bagi pedih dan dukamu yang pernah ada Teriaklah gadisku Pekakkan saja telingaku bila inginmu…

Post Jun 8, 2006

Pagi Hampir Pasti

pagi hampir pasti tengah malam lenyap beberapa jam lalu, pagi hampir pasti, azan berkejaran di udara, pecah dari satu surau ke surau yang lain tapi percakapan kita tak juga berubah azan tak juga menjadi…

1 menit baca
Post Apr 29, 2006

Burung Gereja

Tangan kepakkan jadi sayap Melompat ringan kesana kemari Bertari riang dalam ciap-ciap Sepasang burung gereja Ketika bercerita tentang angin gelap Sesudah mentari terang Saat jendela pagi kembali terbuka Kala jiwanya seolah kehilangan nurani Merantai…

Post Apr 28, 2006

Kupu-Kupu Kertas

Aku coba melukis rona Dalam mata sang kekasih yag bening Mengintip lorong panjang sukma Dengan kepakan lincah tangan bersayap Kupu-kupu yang berterbangan Menjelma sajak indah dalam gulungan daun Bersimpuh di taman hatimu Rindangkan jiwa…

1 menit baca
Post Jul 15, 2004

Perempuan

Perempuan, sendu matamu nestapa terperangkap di wajah jiwa sekerat ikhlas termenung sejak bermusim-musim lalu seorang diri merapal harap samudera pun karam dalam peluh Sepi niscaya menikam sedang, siang malam telah musnah terkubur timbunan kenangan…