Benarkah saya seorang introvert? Entahlah” tapi dari beberapa quiz dan tes kepribadian yang saya kerjakan, hasilnya selalu mengarah ke sana. Saya introvert! Ok, anggaplah itu kesimpulannya. Tapi ada banyak hal yang harus saya jelaskan, setidaknya agar anda mengerti bahwa saya bukan makhluk aneh.

Seringkali saya dicap sebagai sosok yang angkuh, sombong, arogan, bla” bla” bla”. Saya tidak suka keramaian, pesta, arisan, acara keluarga, dan sejenisnya. Bukan karena saya sombong. Saya senang menyendiri. Sekali lagi bukan karena saya sombong. Saya punya beberapa teman, sahabat dekat, bahkan pacar. Saya pernah aktif di beberapa organisasi; Pramuka, BEM, Senat. Itu bukti bahwa saya bukanlah anti-social, saya mampu bersosialisasi.

Pada waktu-waktu tertentu saya juga bisa berhenti menjadi seorang pendiam, mencairkan suasana dengan obrolan segar, atau dengan joke-joke ringan. Mengomentari status terbaru di Facebook anda atau sekadar mengklik link “Like“. Saya bisa. Tapi tentu saja tidak sesering yang anda lakukan. Karena saya harus “menikmati” kesendirian saya. Saya harus membagi waktu┬á dengan “dunia” saya.

Mungkin selamanya saya akan menjadi orang yang aneh di mata anda. Orang yang acuh terhadap anda. Tapi, siapapun anda, setelah membaca tulisan ini mulailah berpikir sedikit terbuka tentang saya. Saya memperhatikan anda seperti anda memperhatikan saya. Saya menyayangi anda seperti anda menyayangi saya. Saya mencintai anda seperti saya mencintai saat-saat kesendirian saya. Saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri. Maaf”

Dari seorang intro kepada kaum extro