Toko elektronik seringkali menjadi tempat paling menyesatkan bagi mereka yang sedang mencari printer. Anda masuk dengan rencana matang di kepala, namun keluar dengan kotak barang yang tidak pernah Anda butuhkan. Produsen sengaja menciptakan labirin produk agar Anda bingung, lalu menyerah pada rayuan pramuniaga. Jangan tertipu oleh kilap bodi mesin atau deretan angka DPI yang dipampang besar di kemasan.
Pahami dulu jenisnya. Inkjet, laser, atau varian multifungsi. Inkjet cocok untuk mereka yang sesekali mencetak dokumen di rumah. Harganya memang ramah di kantong, tetapi jangan terlena. Anda akan membayar mahal untuk tinta yang lebih boros dari bensin motor tua. Jika Anda berniat mencetak foto, carilah printer dengan panel LCD dan slot kartu memori agar tidak perlu pusing dengan kabel komputer.
Bagi kantor yang mengejar target, lupakan inkjet. Laser bekerja layaknya mesin fotokopi, cepat, efisien, dan presisi. Dokumen teks keluar dengan ketajaman yang tidak bisa dikejar oleh teknologi semprotan tinta. Membeli printer laser berarti berinvestasi pada kecepatan. Namun, pastikan Anda siap dengan ukuran fisik mesinnya yang seringkali memakan tempat.
Kecepatan printer dihitung dalam PPM. Produsen sering melebih-lebihkan angka ini di kemasan. Realitanya, kecepatan tersebut bergantung pada kualitas kertas dan kerumitan dokumen. Jangan percaya sepenuhnya pada brosur. Harga mahal tidak menjamin kualitas cetakan yang luar biasa atau kecepatan yang konsisten.
Tinta menjadi perangkap paling kejam. Harga printer inkjet sering dijual murah, hampir seperti memberi alat cukur gratis agar Anda terus membeli siletnya. Biaya tinta atau toner dalam jangka panjang bisa melampaui harga mesin itu sendiri. Cek ketersediaan suku cadang. Apakah Anda harus membeli langsung dari vendor, atau ada pihak ketiga resmi yang menyediakannya? Periksa pula konfigurasi kartrid. Beberapa printer menyatukan tiga warna dalam satu wadah. Jika warna kuning habis, Anda terpaksa membuang seluruh wadah meskipun warna biru dan merah masih tersisa. Ini pemborosan yang dirancang oleh insinyur korporat.
Perhatikan mekanisme pengumpanan kertas. Laser biasanya memakai baki yang rapi, sementara inkjet seringkali menggunakan sistem slot atas yang memakan ruang meja. Lihat kapasitas baki. Anda tidak ingin berdiri di samping mesin setiap lima menit hanya untuk menambah tumpukan kertas. Pertimbangkan juga add-on seperti kabel, memori buffer, atau baki tambahan. Semuanya adalah biaya tersembunyi yang menambah beban anggaran.
Terakhir, pastikan driver printer mau berkomunikasi dengan komputer Anda. Bahasa pencetakan seperti PCL atau Postscript menjadi penentu bagi mereka yang sering mengolah grafis rumit. Jangan membeli barang yang tidak bisa Anda ajak bicara. Tetaplah skeptis di depan rak toko, karena printer yang paling baik bukanlah yang paling mahal, melainkan yang tidak akan menguras dompet Anda setiap kali lampunya berkedip minta ganti tinta.
Informasi yang sangat membantu saya untuk memilih printer yang sesuai dengan kebutuhan dan budget
Nama saya Joe di Palembang. Saya msh buta dlm memahami tipe & jenis printer..
Saya lg mencoba cetak majalah, gak terlalu bnyk stp edisi hanya 50bh klu cetak dipercetakan biaya terlalu mahal & itu pun 1 kali cetak minimal 2.000eks.
1 bh majalah ada 40 hal, 10 hal full colour & 30 hal BW. 2 hal fc cover depan & 2 hal fc cover blkg..
Yg ingin sy tanyakan :
1. Tipe & jenis printer apa yg cocok utk cetak majalah spt yg diuraikan diatas.
2. Jenis kertas apa yg sesuai utk majalah & printer spt yg diuraikan diatas.
3. Brp standar/maksimal kertas pd saat cetak/ngeprint.
Terimakasih bnyk, ditunggu balasannya. By Joe.
hai gw mau nanya
klo ptinter yang di kasih infus, klpo lama ngak di pake bisa rusak ya ?
setau saya, iya. bukan cuma printer infus loh, tapi printer dengan cartridge original pun tidak boleh dibiarkan nganggur terlalu lama.