Antarnisti

Simple Mind, Simple Writing

Tag

Mimpi

Matahari Rasa

Tersenyumlah perempuanku Lepas sejenak candamu Biarkan meluap bagai embun Menetes bersama ribuan titik-titik bening Tengoklah daku seumpama malaikat kecilmu Peri bagi pedih dan dukamu yang pernah ada Teriaklah gadisku Pekakkan saja telingaku bila inginmu ceria Bagilah dukamu padaku selagi rasa… Continue Reading →

Pagi Hampir Pasti

pagi hampir pasti tengah malam lenyap beberapa jam lalu, pagi hampir pasti, azan berkejaran di udara, pecah dari satu surau ke surau yang lain tapi percakapan kita tak juga berubah azan tak juga menjadi tasbih. Kawan, pagi hampir pasti, biarkan… Continue Reading →

Terus Percaya

Mendengar suaramu hari ini menyisakan sebuah pertanyaan besar yang akan kubawa hingga minggu depan. Aku beruntung memiliki penasihat yang selalu siap sedia mengingatkanku untuk terus bertahan melalui tantangan kehidupan yang sedang aku jalani. Terkadang aku merasa lelah dan ingin berhenti…. Continue Reading →

Mutiaraku

kau mutiaraku, seperti seringai langit yang terik beringas mencari bening dalam gelap jiwa terlelap malam bukan tak syahdu pun bintang memendar tapi kau mutiaraku, seperti kosong mengoyak hampa hening dalam bening seringai beringas … kelaparan! kasihku hanya di sini beranjak… Continue Reading →

Pelangi Kita Sebatas Cakrawala

Kala ku bersetubuh dengan waktu, Hanya lelah Bersimbah rasa menelan bermega sukma Bahwa, Pelangi kita sebatas cakrawala Sedangkan aku terlanjur mencintai kebiruannya Seperti langit, Atap yang tiada terjamah Terlalu biru, Kebiruan yang menenggelamkan pandangku Membeku Membekuk Membentuk lekuk dibelahan rusuk… Continue Reading →

Sebuah Penantian

Kasih, Apakah semak terasa sesak untuk disibak dan onak makin membercak bila terinjak? Pun duri akan meradang nyeri bila menyentuh pori-pori? Bila begitu, Jalan pulang masih dekat terlihat Kasih, Telahkah gelombang membuat pasakmu gamang, hingga bahumu urung terkayuh? Mungkinkah badai… Continue Reading →

Kuntum Mawar

Kuntum mawar tergeletak di koridor ini tepat sedetik setelah tetes malam melumuri waktu Namun adakah malam memeram harapan serupa kebun bagi mekarnya kuntum di hatimu atau, biarlah harapan kita layu bersama kuntum mawar tergeletak di koridor ini

Mengenalmu, berarti terhenyak Menjabat tanganmu, mengingatkan daku pada angin Lembut bertiup di kedalaman jiwa Untukmu saja, kata ini menjelma puisi, menjelma badik, tetap berkilat, menerangi juluran tahun tak berhingga takdir kasih kita

Sebuah Sajak Kangen

Hampir tiap hari kupandang kado kecilmu dulu saat ultah ke-13… 5 tahun silam Memang sengaja kupasang tepat di atas nafasku Kujadikan ia lampu, Kuberikan ia nyawa, Agar tak terganti oleh apa pun Hafalkah kau, pagiku… Saat mimpi belum diganti Saat… Continue Reading →

© 2019 Antarnisti — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑